

Penerapan Teknologi RFID dalam Manajemen Transportasi Barang Berbahaya di Kapal
Pengangkutan minyak mentah dan gas cair termasuk dalam pengangkutan barang berbahaya, dan negara-negara Barat telah mengadopsi seluruh proses pemantauan pengangkutan barang berbahaya, memantau suhu, kelembaban, tekanan, dan konsentrasi barang berbahaya selama proses pengangkutan, yang dapat membantu mewujudkan pengangkutan kapal yang aman, dan pada saat yang sama dapat membantu mengambil tindakan tepat waktu ketika kondisi abnormal terdeteksi, sehingga mengurangi kerugian material dan personel yang disebabkan oleh kebocoran atau ledakan barang berbahaya.

Manajemen transportasi barang berbahaya tradisional di atas kapal terutama mewujudkan pemantauan barang di atas kapal melalui pemantauan elektronik manual dan semi-otomatis, dan mengirimkan koordinat perjalanan dan status barang kapal melalui GPS dan AIS, dll. Meskipun pemantauan barang berbahaya di atas kapal juga dapat diwujudkan dengan cara ini, banyak operasi masih perlu diselesaikan oleh awak kapal, sehingga efisiensinya rendah. Teknologi frekuensi radio nirkabel terutama melalui pembacaan dan transmisi informasi label elektronik untuk mewujudkan manajemen transportasi barang berbahaya di kapal. Melalui label elektronik, informasi dasar, tempat keberangkatan, tujuan, dan beberapa informasi penting lainnya dapat langsung diperoleh, seperti jenis barang berbahaya yang dimuat di kapal, informasi dasar, tempat keberangkatan, tujuan, dan lain-lain. Pada saat yang sama, melalui pemindaian otomatis label elektronik secara berkala, dan dengan pengumpulan data pemantauan sensor secara real-time, dapat melengkapi pemantauan barang berbahaya di kapal secara real-time. Seluruh proses manajemen transportasi barang berbahaya dapat mewujudkan informasi dan otomatisasi, sehingga sangat meningkatkan efisiensi manajemen, sekaligus dalam hal akuisisi dan pengolahan data barang berbahaya juga lebih akurat, dan real-time lebih baik. Dalam teknologi frekuensi radio nirkabel, banyak cendekiawan telah meneliti penerapan teknologi terkait dalam pengelolaan transportasi barang berbahaya.
Identifikasi Frekuensi Radio (Radio Frequency Identification, RFID) adalah aplikasi penting dari teknologi frekuensi radio, yang merupakan realisasi subsistem kunci dari manajemen transportasi barang berbahaya di kapal. Sistem RFID dapat mewujudkan penulisan dan pembacaan informasi barang berbahaya.
Sistem RFID dasar terdiri dari 4 bagian: tag elektronik, pembaca, middleware, dan jaringan komputer.
(1) tag elektronik
Label elektronik memiliki modul kontrol, memori, modul frekuensi radio, dan antena, dll. Modul kontrol bertanggung jawab untuk mengontrol jam melalui modul frekuensi radio dan antena untuk membaca atau menulis data ke memori. Label elektronik dapat memiliki catu daya internal, atau dapat juga memperoleh energi dari luar.
(2) Baca-tulis
Fungsi baca-tulis terutama melalui pembangkitan jam, modul frekuensi radio, dan antena untuk membaca dan menulis informasi data label elektronik, sekaligus fungsi internal baca-tulis juga bertanggung jawab untuk menyediakan catu daya.
3) Middleware
Middleware bertanggung jawab atas koneksi dasar antara operasi baca-tulis dan sistem jaringan komputer. Middleware umum merupakan bagian penghubung antara aplikasi perangkat lunak lapisan atas dan perangkat keras lapisan bawah. Namun, dalam manajemen transportasi barang berbahaya, sistem manajemen transportasi barang berbahaya di kapal tertentu mungkin dirancang dengan middleware khusus, sehingga memiliki fungsi untuk mengurangi interferensi dan membuat operasi baca-tulis lebih andal.
4) Jaringan Komputer
Informasi tag yang diperoleh oleh pembaca perlu dikirim melalui middleware dan jaringan agar dapat diintegrasikan dengan subsistem lain dari sistem manajemen transportasi kapal. Sehingga dapat berkomunikasi dan terhubung dengan subsistem lain dari sistem manajemen transportasi kapal, dan akhirnya mengirimkan informasi tersebut ke pusat kendali.

Setiap tahun, sejumlah besar barang berbahaya diangkut melalui laut ke tujuan mereka. Dalam proses pengangkutan barang berbahaya, terdapat risiko ledakan, kebocoran, dan korosi. Selama pengangkutan, terdapat risiko ledakan, kebocoran, dan korosi, dan oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan dan pengelolaan barang berbahaya ini secara real-time selama pengangkutan. Makalah ini menjelaskan pengembangan teknologi identifikasi frekuensi radio (RFID) untuk pengangkutan barang berbahaya. Makalah ini menjelaskan teknologi RFID dan menganalisis sistem RFID, anti-tabrakan tag, dan teknologi middleware.
Tinggalkan pesan
Pindai dan kirim ke WeChat/WhatsApp :