


Pembelian terbaik yang saya lakukan musim dingin ini! Warna dan rajutannya sangat indah dan sangat nyaman! Saya pergi dari NYC ke Miami tanpa pernah melepasnya. Sangat lucu!!
Prinsip kerja dasar teknologi RFID sebenarnya tidak rumit:
Sinyal pembaca diterima ketika tag memasuki medan magnet. Dengan arus induksi dan perolehan energi setelah mengirimkan informasi produk yang tersimpan dalam chip (tag pasif), atau mengirimkan salah satu sinyal frekuensi tertentu secara aktif (tag aktif); Ketika pembaca membaca informasi dan mendekodenya, ia akan mengirimkan informasi tersebut ke CIS untuk memproses data.
Perkembangan pesat teknologi RFID UHF bukan hanya konsekuensi dari perkembangan teknologi, tetapi juga manifestasi dari aplikasinya. Sejak awal tahun 90-an, berbagai aplikasi seputar RFID telah bermunculan. Hari ini, kami akan memperkenalkan secara sederhana teknologi RFID dan salah satu produk terpentingnya—pembaca kartu.
Di bidang frekuensi radio, menurut frekuensi kita membagi gelombang induksi listrik menjadi enam bagian. Namun, yang utama bekerja pada 3 frekuensi utama: Frekuensi Rendah (30~300 kHz), Frekuensi Tinggi (13,56 MHz), dan Frekuensi Ultra Tinggi (300 MHz~3 GHz). Frekuensi kerja yang umum meliputi LF 125 kHz dan 134,2 kHz, HF 13,56 MHz, UHF 433 MHz, 860 MHz~930 MHz, 2,45 GHz, dll. Frekuensi rendah terutama digunakan untuk aplikasi jarak pendek dan biaya rendah. Contoh: Kontrol akses, kartu kampus, meteran gas, meteran air, dll. Sistem HF digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan transfer data dalam jumlah besar. UHF digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan jarak jauh, kecepatan baca dan tulis tinggi. Contoh: pemantauan kereta api, tol jalan raya, dan sistem lainnya, tetapi arah gelombang antena sempit dan harganya lebih tinggi. Produk RFID UHF lainnya sering digunakan dalam manajemen rantai pasokan, seperti Walmart, Metro, Gillette, P&G, dan perusahaan lainnya, yang menggunakannya sebagai cara inovatif untuk meningkatkan sistem manajemen. Frekuensi pembawa yang ditentukan oleh standar EPC (diperkenalkan di bawah) adalah 13,56 MHz dan 860~930 MHz, tetapi 13,56 MHz menggunakan protokol standar ISO/IEC15693, yang kemudian diubah menjadi ISO/IEC18000-3.
Standar RFID
Sebagai teknologi yang dikomersialkan, RFID juga memiliki standar tersendiri. ISO (Organisasi Standar Internasional) membuat standar yang serius untuk hal tersebut.
Selain itu, banyak produsen pengembang juga membentuk aliansi, membuat standar teknologi mereka sendiri, yaitu standar EPC. Ini juga merupakan standar dengan aplikasi terluas saat ini. Sistem RFID dibagi menjadi 4 tingkatan oleh EPC, termasuk lapisan fisik, lapisan tengah, lapisan internet, dan lapisan aplikasi. Lapisan fisik adalah konstruksi sistem lingkungan fisik, termasuk antena tag, pembaca, sensor, instrumen, dan peralatan perangkat keras meteran, dll. Lapisan tengah adalah middleware pengumpulan informasi dan antarmuka aplikasi, yang bertanggung jawab untuk pembaca kartu mengumpulkan informasi dari tag dan memproses informasi sederhana terlebih dahulu, kemudian mengirimkan informasi tersebut ke antarmuka data lapisan interkoneksi atau lapisan aplikasi. Lapisan interkoneksi adalah penghubung antara sistem dan sistem data, transmisi interaksi berbagai jenis informasi. Lapisan aplikasi adalah back-end perangkat lunak dan sistem aplikasi perusahaan. Pada tingkat sistem yang jelas, standar EPC juga mengumpulkan format data, dan mengatur program output dan transmisi. Dengan demikian, akan ada keteraturan dan ketertiban dalam sistem RFID.
Dasar dari pembawa informasi analit adalah label elektronik. Ada dua jenis. Satu aktif, yang lain pasif, tidak membutuhkan daya, listriknya berasal dari luar. Jadi, apa yang menyediakan listrik untuknya? Itu adalah pembaca kartu dari sistem RFID. Ini adalah transceiver RF, yang akan mengaktifkan label elektronik dengan sinyal pancaran saat beroperasi. Jika menyentuh tag pasif, maka akan memberikan energi.
Tentu saja, transmisi listrik memiliki keterbatasan untuk berbagai kondisi luar ruangan. Seperti di Amerika Serikat, transmisi pasif tidak diperbolehkan jika energinya melebihi 1W. Dan persyaratan kinerja untuk pembaca kartu sangat ketat. Karena harus membedakan antara sinyal lemah yang dipantulkan dari sinyal kuat yang diterima. Banyak pembaca kartu memiliki masalah pembacaan data yang salah, yang juga menjadi penghalang bagi pengembangan teknologi RFID.
Tinggalkan pesan
Pindai dan kirim ke WeChat/WhatsApp :